SMAN 1 PONOROGO
SMAN 1 PONOROGO

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Hanya Allah-Lah yang Maha Besar, Maha Kuasa, Maha Pengasih dan Penyayang yang mampu memberikan daya, kekuatan ilmu dan kedamaian yang berguna bagi manuisa untuk menggapai nikmat yang hakiki. Untuk itu nurani kita harus mampu mensyukuri supaya perjalanan hidup......

SMAN 1 PONOROGO

Berita

KAKANG SENDUK PONOROGO 2016

Keinginan kuat bisa terwujud jika mau kerja keras. Itu dibuktikan Agra hadi Abdurrachman, siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ponorogo. Sejak kelas XI, dia sudah berambisi menjajal kemampuannya di ajang Kakang ? Senduk. Agra sukses menyabet gelar Kakang Ponorogo 2016. Catatan kian manis karena ada lima teman satu sekolahnya yang juga menyabet gelar diajang tersebut.

Model rambutnya kekinian, mirip para pemain sepak bola beken di liga-liga Eropa. Langkahnya juga tegap, seolah jiwa gentel sudah tumbuh dalam diri pelajar kelas XII SMA Negeri 1 Ponorogo itu. Apalagi gayanya bertutur kata. Dia Agra Hadi Abdurrachman. Penampilannya semakin istimewa dengan selendang bertuliskan ? Kakang Ponorogo 2016?. Dia sukses menahbiskan namanya sebagai Kakang Ponorogo 2016 pada acara final Kakang Senduk Ponorogo 2016 pada Sabtu 17 September 2016 lalu, di alun-alun. Padahal menurut Agra, kala itu persaingan sangat sengit karena kemampuan finalis lain sama bagusnya. ?Bangga sekali bisa menjadi Kakang Ponorogo 2016, karena pesaingnya berat?, ujarnya .

Mereka adalah Wakil Senduk Ponorogo Indra Pradani Kumala, Wakil III Senduk Ponorogo Avira candra, serta Senduk Ponorogo Favorit Afifah Zaida. Selain itu ada wakil III kakang Ponorogo Glenn Larenza dan Kakang Ponorogo Favorit Rijalul Falah. ?Yang beda hanya gelarnya. Tapi pada dasarnya tugas dan program kerjanya sama dengan para finalis lain? teranga Agra.

Manurut Agra, tugas 10 besar finalis Kakang Senduk Ponorogo 2016 sama. Dalam satu paguyuban, mereka sama-sama menjadi duta di bidang pariwisata dan budaya Ponorogo. Ada satu tugas spesifik yang sedikit membedakan peraih Kakang dan Senduk. Mereka akan dikirim dalam ajang Raka-Raki Jatim mewakili bumi reyog. Selebihnya, Agra dan para finalis lain bekerja bersama selama satu tahun. ?Bahkan tidak hanya satu tahun, setelah lulus kami juga tetap akan bekerja membantu Kakang Senduk angkatan berikutnya. Jadi sudah seperti keluarga,? paparnya.

Menjadi Kakang Ponorogo 2016 adalah ambisi lama Agra. Sejak kelas XI, Agra sudah ngebet ingin menjajal kemampuan dirinya di ajang tersebut. Sayangnya, saat itu belum kesampaian. Agra kala itu karena terpilih menjadi ketua OSIS di SMAN 1 Ponorogo.

Perjalanan Panjang harus dilalui. Sejak 29 Agustus lalu, Agra harus bersaing dengan 287 peserta ajang tersebut. Jumlah peserta memang sangat banyak. Karena rentang usia minimal 17 tahun dan maksimal 24 tahun. Selain pelajar ada juga mahasiswa dan bahkan mendaftar lewat jalur pribadi. Dari awal hingga akhir, berbagai penilaian harus ditempuh. Mulai test talenta, tulis dan wawancara seputar Ponorogo dan pengetahuan umum duania, hingga tes kepribadian. Malam puncak yang paling di kenang. Sebab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan acak dan tidak disangka. Peserta hanya di beri waktu 30 detik nuntuk menjawab . ?Karena kalau panjang kemungkinan salahnya lebih banyak, jadi lebih baik menjawab dengan singkat?, ujarnya.

Perjuangan juga di rasakan finalis lainnya, teman satu sekolah Agra dalam ajang tersebut. Selendang gelar menjadi begitu berkesan bagi mereka. Bagi kakang ponorogo faforit Rijalul Falah misalnya. Selendang gelar merupakan tanggung jawab yang diemban selama satun tahun ke depan di paguyuban Kakang Senduk Ponorogo. ?Pariwisata itu asset daerah, jadi jika maju maka ikut memajukan daerah juga, saya otimistis mampu terwujud, melihat antusiasme positif kaum muda Ponorogo yang semakin baik, ?Ungkap Wakil I Senduk Ponorogo, Indra Pradani.

SMAN 1 PONOROGO